Cara Menyenangkan Matematika SD Kelas 1 sampai Kelas 6
Dengan cara yang menyenangkan anak Anda menguasai matematika SD secara lengkap dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 bersama Paman APIQ. Anda dapat langsung mencoba cara menyenangkan ini kepada siswa Anda atau anak Anda.
Selamat berpetualang matematika kreatif yang menyenangkan bersama Paman APIQ.
1. Konsep Dasar Matematika Kelas 1 SD
Kartu milenium telah terbukti menjadikan anak Anda paham berhitung cepat jago matematika. Kartu nilai tempat menjadikan anak kita paham benar apa maksud ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan. Dengan cara ini anak kita yang masih kelas 1 SD sudah mahir berhitung cepat sampai ribuan.
2. Tabel Milenium Dasar Matematika Kelas 3, 4, dan 5 SD
Ketika anak SD mulai menginjak kelas 3 maka mereka akan banyak berkenalan dengan ukuran. Termasuk ukuran panjang salah satunya. Perubahan dari meter ke milimeter tidak selalu mudah bagi siswa kelas 4 atau kelas 5 SD.
Tetapi Paman APIQ telah menyiapkan tabel milenium yang memastikan anak kita jago matematika untuk konversi satuan ini. Baik satuan panjang, berat, luas, atau volume, anak kita akan dengan cepat memahami dan menguasainya dengan tabel milenium APIQ.
3. Dasar Perbandingan dan Skala kelas 6 SD
Untuk siswa kelas 6 SD maka konsep perbadingan dan skala sering dimunculkan. Skala sering membuat bingung anak. Tetapi jangan khawatir, gunakan tabel milenium maka anak kita langsung jago matematika untuk skala. Sedangkan untuk perbandingan, Paman APIQ menyarankan agar anak-anak menerapkan metode kantong ajaib aljabar.
Bonus Dasar Matematika FPB KPK kelas 6 SD
Menjadi langganan juga bagi anak kita harus menguasai konsep FPB KPK. Untuk siswa kelas 6 sering ditanyakan FPB atau KPK dari tiga bilangan. Cara yang sering digunakan cukup rumit. Paman APIQ telah memudahkan dengan metode coret.
“Tentukan KPK dari 12, 18, 24.”
Cara umum kita akan mencari KPK 12 dan 18 yaitu 36. Kemudian kita mencari KPK dari 24 dan 36 dan kita temukan 72. (Selesai).
Kenyataannya bagi anak-anak, menghitung dengan 2 langkah ini terlalu berat. Paman APIQ mengusulkan agar kita pakai metode coret sehingga lebih mudah. Coret 12.
12, 18, 24
KPK 18 dan 24 adalah 72. (Selesai).
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
Read More --►
RAHASIA BELAJAR MATEMATIKA JADI GAMPANG
NavBar1
NavBar2
Navbar3
Search This Blog
Monday, 11 July 2016
Penting! Inilah Panduan bagi Orang Tua untuk Membantu Anak Belajar Matematika di Rumah Penting! Inilah Panduan bagi Orang Tua untuk Membantu Anak Belajar Matematika di Rumah
Penting! Inilah Panduan bagi Orang Tua untuk Membantu Anak Belajar Matematika di Rumah
Banyak orang tua yang mengalami kesulitan sewaktu membantu anak untuk belajar matematika di rumah. Ada banyak alasan kenapa orang tua tidak mampu melakukannya, seperti tidak ada waktu, tidak tahu bagaimana harus mengajar, atau mungkin jengkel karena anaknya malas disuruh belajar atau susah sekali diajari.
Sebagai jalan pintas, banyak orang tua yang memilih untuk mendatangkan guru privat atau mendaftarkan anak untuk mengikuti kursus matematika di luar sekolah. Tapi tentu tidak semua orang tua dapat melakukan hal ini, selain karena biayanya cukup mahal, hasilnya juga kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ada beberapa keuntungan dari mengajarkan sendiri matematika di rumah, diantaranya:
1. Hemat biaya
Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendatangkan guru privat atau untuk membayar biaya kursus serta ongkos untuk pergi ke tempat kursus.
2. Hemat waktu
Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk antar jemput anak ke tempat kursus. Apalagi kalau tempat kursusnya jauh dari rumah atau harus melewati jalanan yang macet.
3. Anda bisa memantau perkembangan si anak
Dengan mengajar sendiri, anda bisa tahu materi apa saja yang sudah dikuasai oleh anak, dan apa yang masih dirasa kurang yang harus dilatih lebih jauh.
4. Waktu lebih fleksibel
Waktu belajar dapat disesuaikan dengan waktu yang tersedia. Aktivitas belajar tidak harus dilakukan dalam rentang waktu yang lama, tapi bisa juga dilakukan dalam waktu jeda.
5. Mendekatkan hubungan dengan anak
Dengan menyisihkan waktu khusus untuk belajar berasama-sama, maka anda akan lebih mendekatkan hubungan dengan anak. Di sela-sela pelajaran, anda bisa menamkan tentang nilai-nilai kehidupan yang baik.
Meskipun mengajar sendiri matematika di rumah memiliki beberapa keuntungan, harus diakui bahwa pekerjaan ini tidak selalu mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi baik oleh orang tua maupun anak. Kadang orang tua merasa habis kesabaran karena sikap anak yang tidak kooperatif atau susah sekali untuk mengerti. Tapi percayalah, hasilnya sangat sepadan.
Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk membantu anak belajar di rumah agar dapat memperoleh hasil yang baik
1. Komitmen
Komitmen dari orang tua merupakan hal yang paling penting. Tanpa komitmen, orang tua akan cepat menyerah dan frustasi apabila menemukan kesulitan dalam mengajar.
2. Pengetahuan dan kemampuan
Untuk dapat mengajar dengan baik, tentunya anda harus memiliki pengetahuan tentang materi pelajaran serta kemampuan untuk mengajarkannya kepada anak anda.
3. Prasarana
Pastikan anda memiliki prasarana yang dibutuhkan untuk memberi pelajaran, seperti buku pelajaran dan dalam konteks sekarang, perangkat komputer yang bisa terhubung ke Internet.
4. Waktu
Anda harus menyisihkan waktu secara khusus untuk mendampingi anak anda belajar. Yang terpenting bukan banyaknya waktu yang digunakan, melainkan bagaimana cara memanfaatkan waktu yang tersedia.
5. Kreativitas
Pada waktu anda membantu anak untuk belajar, anda harus melakukannya dengan cara yang bisa menarik perhatian si anak. Dalam hal ini kreativitas orang tua sangat dibutuhkan. Tapi jangan khawatir, hal apapun sekarang dapat dengan mudah ditemukan di internet, termasuk cara mengajar yang kreatif dan menyenangkan.
Selanjutnya, sebagai permulaan, ada sebuah ebook yang mebahas tentang cara mengajar matematika secara mandiri yang dapat anda download secara gratis dibawah ini.
ebook_matematika
Download filenya disini
Dengan membaca ebook di atas, dihaharapkan anda sudah memiliki gambaran tentang langkah-langkah apa saja yang harus dipersiapkan untuk membantu anak anda belajar matematika di rumah untuk meraih hasil yang lebih baik.
Berikutnya, kami dari anakcerdas.net berkomitmen untuk terus menambah perbendaharaan artikel kami dalam rangkan membantu orang tua untuk dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih baik.
Read More --►
Cara Tepat Mengajar Matematika Sesuai Tipe Belajar Anak saat ini Cara Tepat Mengajar Matematika Sesuai Tipe Belajar Anak saat ini
Cara Tepat Mengajar Matematika Sesuai Tipe Belajar Anak
Pernahkan anda sebagai orang tua merasa heran kenapa anak anda susah sekali mengusai pelajaran matematika? Bisa jadi anda sudah mendatangkan guru privat atau mendaftarkan si anak di tempat kursus matematika kenamaan. Tapi kenapa hasilnya masih tidak sesuai dengan harapan?
Hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh metode pengajaran yang tidak tepat, yaitu yang tidak sesuai dengan tipe belajar si anak. Seperti diketahui, secara garis besar ada tiga tipe belajar yang mesti kita pahami, yaitu tipe visual, auditori, dan kinestetik.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ketiga tipe belajar tersebut, bacalah artikel kami sebelumnya: Tiga Tipe Cara Belajar yang Penting untuk Anda Ketahui
Bisa jadi anak anda sebenarnya memiliki kecerdasan yang cukup untuk menjadi unggul di bidang matematika. Hanya saja karena metoda pengajaran yang selama ini dia dapatkan tidak sesuai dengan tipe belajar yang dia miliki, maka dia mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan. Akibatnya dia menjadi enggan untuk belajar dan menganggap bahwa matematika itu merupakan pelajaran yang sulit.
Berikut ini beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk memperbaiki cara mengajar matematika agar lebih sesuai dengan tipe cara belajar yang dimiliki anak anda.
Untuk tipe pembelajar visual
Biasakan si anak untuk selalu menuliskan penjelasan dari pelajaran yang diberikan. Menulis dan membaca merupakan aktivistas yang disukai anak visual.
Gunakan flashcard untuk membantu belajar. Sebagai contoh, anda dapat membuat serangkaian kartu dari rumus-rumus matematika yang harus dipelajari anak.
Ajarkan anak anda untuk menggunakan warna-warna berbeda sewaktu mencatat pelajaran atau mengerjakan soal. Anak visual sangat menyukai warna-warna, sehingga proses menulis dan membaca menjadi aktivitas yang lebih menyenangkan.
Gunakan analogi visual sewaktu menerangkan konsep matematika, contohnya ketika menerangkan tentang pecahan, gambarlah buah yang dipotong menjadi beberapa bagian sehingga si anak lebih mudah dalam membayankannya.
Gunakan gambar, grafik, atau diagram untuk melengkapi penjelasan yang diberikan
Gunakan program komputer atau aplikasi smartphone tentang matematika yang memiliki visualisasi yang menarik.
Pastikan anak anda menyusun rapi catatan pelajarannya. Catatan yang disusun rapi serta dibuat dengan warna-warna yang menarik akan membuat anak visual senang untuk membacanya kembali.
Untuk tipe pembelajar auditori
Sewaktu menemani anak anda untuk belajar,terangkanlah materi pelajaran secara verbal
Untuk melatih kemampuan berhitung, berikanlah soal dan jawaban secara verbal.
Sewaktu berlatih mengerjakan soal, berikan kesempatan kepada si anak untuk membaca soal, kemudian menjelaskan langkah-langkah penyelesaian secara verbal.
Gunakan analogi yang menarik dalam bentuk cerita sewaktu menerangkan konsep-konsep matematika yang penting.
Gunakan irama atau lagu, contohnya sewaktu menghafalkan hasil perkalian
Mintalah anak anda untuk membaca kembali pelajaran dengan mengucapkannya secara verbal, tidak hanya dibaca di dalam hati.
Cobalah rekam ucapan anda sewaktu memberikan penjelasan tentang satu masalah matematika. Anak anda dapat mendengarkan kembali penjelasan yang diberikan sewaktu dia belajar di lain waktu.
Untuk tipe pembelajar kinestetik
Bicaralah dengan guru anak anda agar di sekolah dia bisa mendapatkan tempat duduk di depan. Dengan duduk di depan, maka dia akan lebih fokus dalam belajar dan akan memimimalisir gangguan.
Gunakan gerakan tangan sewaktu berhitung, misalnya dengan cara menghitung menggunakan jari tangan.
Sewaktu belajar di rumah, berikanlah soal latihan berupa aktivitas fisik, misalnya dengan menyusun, melipat, atau memindahkan benda-benda.
Maklumi saja ketika anak sepertinya tidak bisa diam ketika belajar. Misalnya sewaktu membaca tanganya mengetuk-ngetuk pensil di meja. Gerakan yang sering kali dilakukan tanpa sadar tersebut akan membantu si anak dalam berkonsentrasi.
Apabila diperlukan, si anak dapat diberikan alat bantu dalam berhitung, misalnya dengan menggunakan sempoa.
Berikan dia tugas untuk memberikan pejelasan dengan bantuan diagram atau gambar serta menerangkannya. Aktivitas menggambar dapat memenuhi keinginan bawah sadarnya untuk selalu bergerak.
Itulah beberapa contoh dari cara mengajar matematika yang disesuaikan dengan tipe cara belajar yang dimiliki oleh anak. Tentunya anda sebagai orang tua lebih mengenal sifat dan apa yang menjadi kesukaan anak anda. Jadikan pelajaran matematika anak sebagai pelajaran menyenangkan dengan memberikan metode pelajaran yang sesuai dengan karakter unik si anak sehingga hasilnya menjadi lebih optimal.
Read More --►
Ini Dia Lima Teknik Belajar Ampuh Agar Matematika Jadi Gampang Dipelajari Ini Dia Lima Teknik Belajar Ampuh Agar Matematika Jadi Gampang Dipelajari
Ini Dia Lima Teknik Belajar Ampuh Agar Matematika Jadi Gampang Dipelajari
Kebanyakan orang Indonesia menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Karena itu, tidak mengherankan apabila sering kali nilai matematika adalah nilai terendah yang dijumpai oleh orang tua dalam raport anaknya. Tetapi, sesungguhnya menguasai pelajaran matematika bukanlah hal yang teramat sulit.
Kesulitan dalam belajar matematika bukan disebabkan oleh sulitnya materi pelajaran, melainkan karena cara pengajaran yang tidak mudah dimengerti atau tidak sesuai dengan karakter cara belajar si anak. Dengan menggunakan teknik belajar yang tepat, maka pelajaran matematika akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dipelajari.
Dewasa ini terdapat banyak lembaga yang mengajarkan matematika dengan cara yang unik dan menarik yang dapat memperbaiki kemampuan anak-anak dalam belajar matematika. Lembaga-lembaga ini memiliki teknik yang berbeda-beda untuk membuat pelajaran matematika lebih mudah untuk dikuasai.
Berikut ini lima teknik atau metode belajar matematika yang membuat matematika menjadi mudah untuk dipelajari:
1. Metode Kumon
Kumon adalah metode pengajaran yang dikembangkan pertama kali oleh seorang guru matematika asal Jepang bernama Toru Kumon. Level awal untuk setiap anak tidak ditentukan berdasarkan tingkatan kelas atau usia, melainkan mulai dari level yang dapat ia kerjakan sendiri dengan mudah tanpa ada kesalahan.
Dalam kursus yang biasanya berlangsung seminggu 2 kali ini, anak akan diberi lembar kerja yang harus dikerjakan setiap hari di rumah. Dengan demikian, orang tua pun memegang peranan penting untuk mengawasi cara belajar anak di rumah.
Tak perlu takut anak akan menemukan soal-soal yang tidak dipahami dalam lembar kerja. Lembar kerjanya sendiri telah didesain sesuai dengan level anak, sehingga ia dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soal-soal tersebut. Selain itu, lembar kerja juga disusun secara sistematis, cermat, dan small steps (perbedaan antar topik bahasan tidak terlalu besar) yang dapat membantu membentuk kemampuan dasar matematika yang baik pada anak, sehingga memungkinkan anak mengerjakan level yang lebih tinggi tanpa kesulitan yang berarti.
2. Metode Gasing
Metode gasing (gampang, asyik, dan menyenangkan) diciptakan oleh Prof. Yohanes Surya, yang dikenal sebagai seorang pakar yang telah membimbing para siswa terbaik Indonesia untuk menjuarai Olimpiade matematika dan sains di tingkat dunia.
Lewat metode ini siapapun juga dapat belajar dan mengerti matematika. Dalam metode ini para peserta diminta untuk memahami konsep matematika sebelum mengerjakan soal latihan yang cukup banyak.
Topik yang dipelajari untuk menguasai pelajaran SD (kelas 1-6) adalah:
Penjumlahan
Perkalian
Pengurangan
Pembagian
Bilangan negatif
Aplikasi 1
Pecahan
Desimal
Aplikasi 2
Geometri (termasuk keliling, luas, skala dan sistem koordinat)
Tiap hari siswa belajar 4 jam (lewat program ekstra kurikuler ataupun lewat program khusus). Dalam waktu 4-6 bulan siswa akan mampu menguasai bahan kelas 1 sampai kelas 6.
Yang membedakan pembelajaran ini dengan pembelajaran matematika yang lain adalah:
Cara siswa belajar penjumlahan yang hasilnya dibawah 20. Banyak siswa kesulitan menjumlahkan 8 + 9 = , 6 + 7 =, dsb
Penjumlahan dengan cara mencongak, baik penjumlahan 2 digit, 3 digit ataupun berapa digit pun
Cara menghafal perkalian 1 sampai 10
Perkalian dengan cara mencongak untuk 2 digit x 1 digit, 2 digit x 2 digit
Pembagian dan pengurangan dengan cara mencongak
Pemanfaatan bilangan dengan negatif dalam berbagai aplikasi penjumlahan, perkalian, pembagian dan pengurangan.
Pecahan dan desimal dengan cara mencongak.
3. Metode Jarimatika
Jarimatika (singkatan dari jari dan aritmatika) adalah metode berhitung dengan menggunakan jari tangan. Metode ini dikembangkan oleh Septi Peni Wulandani sekitar tahun 2004. Meski hanya menggunakan jari tangan, tapi dengan metode jarimatika mampu melakukan operasi bilangan KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah Kurang) sampai dengan ribuan.
Jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah : Dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar, kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.Prosesnya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira.
Metode ini sangat mudah diterima anak. Mempelajarinya pun sangat mengasyikkan, karena jarimatika tidak membebani memori otak dan “alat”nya selalu tersedia bahkan saat ujian karena alatnya adalah jari tangan kita sendiri. Sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah-kaidah berikut :
• Dimulai dengan memahami konsep bilangan, lambang bilangan dan operasi hitung dasar
• Barulah kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.
• Prosesnya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira.
4. Metode Sempoa (Mental Aritmetika)
Aritmatika Mental diajarkan dengan menggunakan alat hitung kuno yang disebut sempoa. Sempoa yang digunakan merupakan alat bantu penghitung manual yang telah diperbarui sesuai dengan kaidah-kaidah Aritmatik sehingga mudah dicerna dan ditransformasikan ke dalam mental seseorang.
Program Pendidikan Mental Aritmatika Sempoa hanya melibatkan hitungan Penambahan, ( + ), Pengurangan ( – ), Perkalian ( x ) dan Pembagian ( : ).
Cara ini dapat mengembangkan mental/jiwa anak-anak melalui Aritmatika Mental. Anak-anak pada awalnya menggunakan alat bantu Sempoa setelah melewati masa yang khusus nantinya akan dapat menghitung bilangan/angka tanpa alat bantu apapun.
Tujuan Mental Aritmatika
Merangsang potensi otak sehingga berkembang dan mencapai fungsi yang maksimal.
Melatih daya imajinasi dan kreativitas.
Melatih daya logika dan sistematika berpikir.
Melatih daya konsentrasi dan daya ingat.
Meningkatkan kecepatan, ketepatan dan ketelitian dalam berpikir.
Memupuk rasa percaya diri dan sikap mental positif.
Membina minat pada pelajaran matematika.
5. Metode Mathemagics
MATHEMAGICS™ merupakan program pembelajaran matematika, yang dirancang dan dikembangkan oleh Ariesandi Setyono yang menitikberatkan pada pemahaman anak akan konsep dasar matematika yang benar. Pembelajaran Mathemagics menggunakan berbagai macam permainan sehingga menjadi suatu pengalaman yang sangat menyenangkan bagi anak. Pembelajaran yang dilakukan dengan hati riang gembira akan meninggalkan kesan mendalam sehingga anak akan lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan.
Dalam proses pembelajarannya, Mathemagicsakan meningkatkan rasa percaya diri anak, sehingga mereka akan mampu dan berani untuk mengerjakan soal dan mencoba untuk menyelesaikannya.
Mathemagics mengajarkan metode aljabar, konsep berhitung dasar seperti penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pangkat, akar, dan pecahan, dengan memperhatikan aspek psikologis anak. Tujuannya adalah untuk membuat pembelajaran matematika menjadi lebih mudah untuk semua anak, dengan mengakomodasi gaya belajar mereka masing-masing. Sebuah perubahan penting, yang pasti dialami anak yang belajar di Mathemagics, yaitu matematika menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Satu pengalaman belajar yang hampir tidak pernah dirasakan anak dalam mempelajari matematika saat ini.
Read More --►
Subscribe to:
Posts (Atom)














